Tampilkan postingan dengan label Puisi Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Religius. Tampilkan semua postingan

Padamu Jiwa Sambutlah Cinta

Wahai jiwa, bangunlah
buang selimutmu jauh-jauh
siapkan nuranimu ‘tuk menjemput Cinta
yang telah disiarkan oleh bumi dan matahari
oleh kupu-kupu dan mawar
ribuan tahun silam
Wahai jiwa, cucilah diri dengan keikhlasan
karena diri yang ikhlas sajalah
yang mampu merangkul Cinta
karena Ia lebih dalam dari laut terdalam
lebih luas dari alam semesta
lebih dekat dari urat lehermu sendiri
Maka siapkan nurani ikhlasmu
lepaskan kedua terompahmu
leburlah ke dalam Cinta
dalam Keabadian
»»  Baca Selengkapnya...

Damai yang Kucari

Sendiri ku susuri liku hidup ini
Tanpa sandaran, tanpa arahan
Tersesat ku dalam labirin iblis
Terbelenggu rantai-rantai syahwat
Terhamba nafsu duniawi
Tak sadari masa tersia
Berkalang debu angkara
Tanpa secuil suci di dada
Gundah tunjukkan tajinya
Dalam hati terasa jengah
Ku tahu waktu hanya sekejap
Bagai anak panah terlesat
Hampir tiba akhir tujuannya
Terisak ku dalam hati
Tumpahkan sisa penyesalan
Tanggalkan mahkota keangkuhan
Lepaskan gelang kezaliman
Rubuhkan kokohnya dinding egoisme
‘Tuk kecap manis rahmatMu
‘Tuk sejenak rasai damai
Tersujud di hadapanMu
Diam dalam hening masa
Sunyi menguar di sela tangis
Air mata menetes di puncak keharuan
Akan datangnya hari perjanjian
Dan tampak secercah cahaya di ujung kabut
Dengan tertatih coba ku raih
Ku lihat diriMu berlari sambut aku
Dalam senyuman
Dan ku rasakan
Damai. . . .
[Indra Airlangga]
»»  Baca Selengkapnya...